HOME     REGISTRASI     PEDOMAN     PERATURAN     MKDKI     HUBUNGI KAMI    
05-Sep-2010 
Ind     
Bagi Dokter/Dokter Gigi yang memiliki STR tahun 2005 akan berakhir masa berlakunya pada tahun 2010 sesuai yang tercantum pada kartu STR, harap registrasi ulang dalam rangka menjaga mutu praktik kedokteran sesuai UUPK
Username
Password
 
Menu Utama
 
Link Situs
 
Daftar Singkatan
 
E-Bulletin KKI
 
Sumber
 
Hit Counter

Total Hits
msn live traffic


Unique Visits
West Marine


 
Program Pemerintah di Hari Lanjut Usia Nasional
Update: 28 May 2009

Hari Lanjut Usia Internasional ditetapkan pada tanggal 14 Desember 1990. Penetapan hari lansia internasional merupakan kelanjutan dari Vienna International Plan of Action on Aging ("Vienna Plan") yang diputuskan di Wina tahun 1982 dengan resolusi No. 37/1982 yang melahirkan kesepakatan untuk mengundang bangsa-bangsa yang belum melaksanakan agar menetapkan hari bagi lanjut usia. Di Indonesia, Presiden Soeharto mencanangkannya pada 29 Mei 1996 di Semarang untuk menghormati jasa Dr. KRT Radjiman Wediodiningrat yang di usia lanjutnya memimpin sidang pertama Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Setiap tahunnya penduduk Lansia semakin bertambah. Menurut data statistik Depsos RI yang dipaparkan melalui tempointeraktif.com, tahun 2007 telah mencapai angka 2,7 juta jiwa Lansia yang hidup terlantar karena pendidikan mereka yang hanya Sekolah Dasar dan tidak memiliki pekerjaan tetap. Fasilitas dan layanan sosial yang mereka dapatkan juga terbatas sehingga terlihat adanya kesenjangan. Menurut Depsos RI, kesenjangan itu antara lain terjadi karena minimnya alokasi anggaran yang disediakan pemerintah pusat maupun daerah untuk pelayanan sosial bagi penduduk Lansia. Untuk itu diperlukan program sosial yang berbasis keluarga dan masyarakat.

Sejak 2006, Departemen Sosial RI membuat program pemberian pelayanan dan Jaminan Sosial Lanjut Usia (JSLU). Pemberian bantuan langsung sebesar Rp 300.000/bulan/Lansia telah diberikan kepada 2.500 orang Lansia terlantar di DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I.Yogyakarta, dan Jawa Timur. Selanjutnya, pada 2007, bantuan serupa diberikan kepada 3.500 orang Lansia terlantar di 10 provinsi. Pada 2008, jumlah penerima manfaat bantuan jaminan sosial itu ditambah lagi menjadi 5.000 orang Lansia dan jangkauannya diperluas ke lima provinsi baru yakni Sulawesi Utara, Sumatera Barat, Bali, Maluku dan Kalimantan Barat. Sedangkan tahun 2009 program ini ditargetkan bisa menjangkau 10.000 orang Lansia terlantar. Rencananya, program ini akan terus dilanjutkan hingga menjangkau seluruh wilayah Indonesia.

Departemen Budaya dan Pariwisata melakukan uji coba paket wisata untuk kelompok masyarakat Lanjut Usia (Lansia) di tiga daerah, Semarang, Yogyakarta, dan Jakarta. Uji paket wisata pertama kali diluncurkan pada tahun 2008 dalam rangka HLUN 2008. Paket wisata Lansia terdiri dari tiga termin paket pagi, paket wisata malam, dan paket satu hari. Di tahun 2009 ini, Depbudpar masih tetap melanjutkan program ini untuk memberi kesempatan kepada masyarakat Lansia berwisata tanpa adanya perbedaan.

Tahun 2009, HLUN yang bertemakan "Sehat, Produktif dan Sejahtera Syarat Pembangunan Sosial Berkelanjutan" telah di sosialisasikan di setiap instansi pemerintah dari pusat ke daerah.

Kegiatan yang dilaksanakan Pemerintah Daerah untuk memeriahkan HLUN :

  1. Melaksanakan Senam Lansia masal pada tanggal 24 Mei 2009.
  2. Pengobatan gratis kepada Lanjut Usia minimal pada tanggal 29 Mei 2009.
  3. Kegiatan lainnya yang meningkatkan kesehatan/perhatian kepada Lanjut Usia.

Salah satu kegiatan perayaannya diadakan di Panti Sosial Tresna Werdha, Yogyakarta, yang mengadakan Lomba Menyanyi dan Pesan Berantai bagi para Lansia. Sedangkan Komnas Lansia mengadakan lomba foto Lansia dikaitkan dengan masalah biologik, prikologik, dan sosial.

 

Sumber :

- www.wikipedia.com

- www.tempoiteraktif.com

- www.depsos.go.id

- www.budpar.go.id

- www.komnaslansia.or.id

Buku Tamu